Lagi asyik-asyiknya scrolling FYP atau hampir menang war
di game favorit, eh tiba-tiba muncul logo "reconnecting". Rasanya mau
nangis, kan? Di tahun 2026, masalah WiFi yang nggak stabil alias sering
putus-putus (intermittent) masih jadi drama nomor satu buat kita yang
hidupnya sangat bergantung pada internet.
Masalah WiFi yang sering terputus ini bukan cuma soal
"sinyal kurang kencang", tapi bisa jadi ada gangguan teknis yang
nggak kasat mata. Kabar baiknya, sebagian besar masalah ini bisa kamu beresin
sendiri tanpa harus panggil teknisi. Yuk, kita bedah penyebab utama dan solusi
paling efektif biar WiFi kamu stabil lagi!
1. Interferensi Sinyal dari Perangkat Lain
Penyebab paling umum WiFi sering putus adalah karena
"polusi udara" sinyal. Frekuensi WiFi, terutama di jalur 2.4 GHz, itu
sangat ramai. Banyak perangkat di rumahmu yang diam-diam "mengganggu"
jalur WiFi.
- Gangguan
Elektronik: Perangkat seperti microwave, telepon nirkabel (cordless
phone), monitor bayi, sampai speaker Bluetooth menggunakan
frekuensi yang mirip. Saat perangkat ini menyala, sinyal WiFi bisa
teracak-acak.
- Sinyal
Tetangga: Kalau kamu tinggal di apartemen atau perumahan padat, router
tetangga yang memakai saluran (channel) yang sama denganmu akan
menyebabkan tabrakan sinyal (interferensi).
Solusi Jitu:
- Gunakan
frekuensi 5 GHz atau 6 GHz jika perangkatmu mendukung. Jalur ini
lebih luas dan jauh lebih sepi dari gangguan.
- Ganti channel
WiFi kamu secara manual ke saluran yang lebih sepi menggunakan bantuan
aplikasi WiFi Analyzer.
2. Jarak Terlalu Jauh dan Penghalang Fisik
Ingat, sinyal WiFi itu punya batas fisik. Semakin jauh kamu
dari router, kekuatan sinyal akan menurun secara eksponensial. Selain jarak,
material bangunan juga sangat berpengaruh.
Tembok beton yang tebal, cermin besar, dan benda logam
adalah musuh utama sinyal. Kalau kamu berada di balik tembok beton yang tebal,
perangkatmu mungkin masih mendeteksi ada sinyal, tapi kualitas datanya sangat
buruk sehingga sering timeout atau terputus.
Solusi Jitu:
- Pindahkan
posisi router ke tengah ruangan dan taruh di tempat yang agak
tinggi (seperti di atas lemari).
- Jika
rumahmu luas atau berlantai banyak, pertimbangkan untuk upgrade ke sistem Mesh
Wi-Fi daripada pakai repeater murah yang justru bikin koneksi
makin nggak stabil.
3. Firmware Router yang Sudah "Usang"
Router itu punya sistem operasi yang disebut firmware.
Sama kayak HP kamu yang butuh update OS, router juga butuh update
buat memperbaiki bug keamanan dan meningkatkan stabilitas koneksi.
Banyak orang yang sejak beli router sampai rusak nggak pernah melakukan update
firmware.
Solusi Jitu:
- Masuk
ke halaman admin router kamu (biasanya lewat alamat 192.168.1.1 atau
192.168.0.1).
- Cari
menu Firmware Update atau Software Update. Jika ada versi
terbaru, segera lakukan pembaruan agar performa perangkat kembali segar.
4. Kelebihan Beban Perangkat (Device Overload)
Pernah nggak kamu cek berapa banyak perangkat yang
tersambung ke WiFi-mu? Di tahun 2026, mulai dari HP, laptop, TV, sampai lampu
pintar semuanya butuh internet. Router standar biasanya punya batas maksimal
perangkat yang bisa dilayani secara bersamaan. Jika sudah melewati batas,
router akan "membuang" koneksi lama untuk memberi jalan pada koneksi
baru.
Solusi Jitu:
- Putuskan
koneksi perangkat yang sedang tidak digunakan.
- Ubah password
WiFi secara berkala untuk memastikan tidak ada "penumpang gelap"
yang ikut memakai koneksi tanpa izin kamu.
- Jika
perangkat IoT kamu banyak (di atas 20 perangkat), investasikan pada router
dengan standar Wi-Fi 6 (AX) ke atas yang memang dirancang untuk
menangani banyak perangkat sekaligus.
5. Kabel LAN yang Rusak atau Longgar
Seringkali kita sibuk cek sinyal udara, padahal masalahnya
ada di kabel fisik. Kabel LAN yang menghubungkan modem ISP ke router kamu bisa
saja rusak karena digigit tikus, tertekuk, atau konektornya sudah longgar.
Kalau kabel ini bermasalah, sumber internetnya yang putus, bukan WiFi-nya.
Solusi Jitu:
- Coba
cabut dan colok kembali kabel LAN pada kedua ujungnya.
- Ganti
kabel LAN lama kamu dengan kabel Cat6 atau Cat7 yang lebih kuat
terhadap gangguan elektromagnetik dan punya kecepatan transfer lebih
stabil.
Kesimpulan
WiFi yang sering putus bukan berarti kamu harus langsung
beli router baru. Cobalah langkah sistematis: cek gangguan di sekitarmu,
pindahkan posisi router, update firmware, dan pastikan beban perangkat
tidak berlebihan. Dengan melakukan optimasi ini, momen mabar atau nonton film
kamu nggak akan lagi terganggu oleh logo "buffering" yang
menyebalkan.
Sudah siap punya koneksi WiFi yang stabil seharian? Kalau
kamu sudah coba tips di atas tapi masih sering putus, mungkin itu tanda
jaringan dari provider kamu yang lagi bermasalah!
Referensi
- Cisco
(2025). Common Causes of Wireless Connection Drops and How to Fix Them.
- Netgear
Support (2025). Troubleshooting Intermittent Wireless Connection.
- TP-Link
Academy (2025). Why Does My Wi-Fi Keep Disconnecting? Technical
Analysis.
- IEEE
Spectrum (2026). Improving Wireless Stability in High-Density
Residential Areas.